Hal Kecil yang Sering Terlewat Saat Salat
Kita ini sudah salat bertahun-tahun, tapi ternyata… masih ada saja hal kecil yang keliru tanpa sadar. Bukan karena sengaja, tapi karena udah terbiasa, jadi dianggap “ya udah, gak apa-apa.”
Oh iya, rulisan ini bukan buat menggurui, tapi jadi pengingat untuk kita semua saja, karena siapa sih yang nggak mau salatnya makin benar dan diterima Allah? Sekarang mari kita bahas satu-satu yuk! 🫶
1. Niat yang Tepat
Hal ini dibahas sewaktu kelas parenting dari sekolahnya anakku. Ternyata banyak dari kita masih kurang tepat saat melafalkan niat. Khususnya salat subuh dan zuhur.
Pada salat subuh sering terdengar “fardol shubhi”, padahal seharusnya “fardhoshubhi”. Begitu juga Zuhur yang benar “fardhozuhri”, bukan “fardol zuhri”. Mengapa begitu?
Ayo kita lihat sekali lagi bacaan niatnya:
1. Niat Salat Subuh
أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْح رَكَعتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى
Latin: Usholli fardhosubhi rok'ataini mustaqbilal qiblati adaa an (sholat sendiri) / Ma'muuman (menjadi ma'mum) / Imaaman (menjadi imam) Lillaahi Ta'aalaa
2. Niat Salat Zuhur
أُصَلِّ فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى
Arab latin: Ushollii fardhozzhuhri arba'a roka'aatin mustaqbilal qiblati adaa-an (sholat sendiri) / Ma'muuman (menjadi ma'mum) / Imaaman (menjadi imam) Lillaahi Ta'aalaa
Sementara untuk Ashar, Maghrib, dan Isya memang benar dibaca “fardol ‘ashri”, “fardol maghribi”, dan “fardol ‘isya’i”
Kok bisa beda? Karena pada bacaan niat salat Subuh dan Zuhur terjadi idgham (peleburan huruf). Jadi bukan salah dengar, tapi memang secara tajwid dan kaidah bacaan arabnya begitu yaa.
2. Bacaan Al-Fatihah
Al-Fatihah adalah rukun salat dan wajib dibaca di setiap rakaat tanpa terkecuali. Akan tetapi masih banyak yang belum tahu kalau “Bismillahirrahmanirrahim” itu termasuk ayat ke 1 dari Al-Fatihah menurut mayoritas ulama (kecuali mazhab Maliki).
Sehingga jika lupa membaca bismillah, maka bacaan Al-Fatihah belum sempurna. Hal ini bisa mengakibatkan salat belum sah karena Al-Fatihah merupakan rukun dalam salat.
Dan jangan lupa:
Al-Fatihah dibaca di setiap rakaat, baik jadi imam, makmum, maupun salat sendirian.
Kelihatannya sepele, tapi kalau satu rakaat aja lupa baca, bisa memengaruhi sahnya seluruh salat. Makanya penting banget menjaga agar Al-Fatihah dibaca lengkap dan hati-hati di setiap rakaat.
Bacalah dengan tenang dan perlahan. Kadang karena terburu-buru, kita gak sadar ada huruf yang terlewat atau makhraj yang kurang jelas. Padahal, kesempurnaan bacaan Al-Fatihah jadi salah satu tanda diterimanya salat.
3. Syahadat di Tasyahhud Akhir
Saat membaca At-tahiyyat seringkali kita terburu-buru salam, padahal dua kalimat syahadat di tasyahhud akhir termasuk rukun salat.
Kalimat Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar rasulullah gak boleh dilewatkan. Tanpa bagian ini, salat belum sempurna karena belum menegaskan pengakuan iman dalam ibadah kita.
4. Tumaninah, Rukun yang Sering Terlupakan
Tumaninah artinya diam sejenak dan tenang dalam setiap gerakan. Misalnya, saat rukuk jangan langsung bangun sebelum tubuh benar-benar berhenti bergerak dan tenang. Begitu juga saat sujud dan duduk di antara dua sujud.
Jadi, walau semua gerakannya lengkap, tanpa tumaninah salat dianggap belum sah.
5. Gerakan yang Bisa Membatalkan Salat
Gerakan kecil kayak menggaruk, memperbaiki sarung/mukena atau mengusap keringat itu boleh, asal tidak berlebihan. Jikalau dilakukan terus-menerus apalagi sampai mengubah arah kiblat, salat kita bisa batal. Menurut banyak ulama sendiri kita masih boleh melakukan 1-2 gerakan kecil. Tetapi jika melakukan 3x gerakan besar berturut-turut hal ini bisa membatalkan salat lho.
Ayo Sempurnakan yang Kecil, Biar Ibadah Jadi Besar
Terkadang hal yang bikin salat gak sah itu bukan karena kita gak tahu rukunnya, tapi karena kita terbiasa salah dan gak sadar.
Dari niat yang keliru bacaannya, Al-Fatihah yang kurang satu ayat, tumaninah yang ke-skip, sampai lupa tasyahhud semuanya bisa terjadi tanpa kita sadari.
Kabar baiknya, selama kita mau belajar dan memperbaiki, Allah Maha Penerima taubat dan Maha Mengetahui niat hamba-Nya, karena salat yang benar itu bukan cuma soal “sudah selesai”, tapi sudah sah dan diterima. 🤍

Komentar
Posting Komentar