Embracing My New Phase
Aku sedang menikmati fase kehidupanku yang baru. Sebagai wali murid. 😆
Ternyata menyenangkan sekali melihat anak-anak berprogress dan bersosialisasi. Melihat bagaimana dia sepulang sekolah selalu bercerita kalau dia tadi bermain sama teman-temannya. Sampai hafal aku nama anak-anaknya. Bestienya ada Deeba, Amanda dan Aisyah. Aku juga dengar cerita hari-hari dimana anakku sebal dengan 2 anak yang kata dia menangis terus di kelas. Aku lihat bagaimana dia juga enjoy menikmati hafalan ayat Al Quran dan hadisnya.
Alhamdulillah di sekolah anakku rutin mengadakan sedekah rutin setiap hari Jumat. Kita berkeliling ke Panti Asuhan, Panti Jompo, Panti Sosial, Rumah Tahfiz. Kita juga membagikan ke orang sekitar yang sekiranya membutuhkan. Melihat bagaimana para wali murid berlomba-lomba untuk kebaikan.
Sungguh aku memang butuh sekali circle yang mengingatkan kebaikan. Apalagi ditengah gempuran LDR yang kadang rasanya lelah sekali mengasuh 2 anak sendirian. Kegiatan berbagi ini membuka pikiranku yang sempit.
Aku memang gak tau akan bertahan berapa lama, berapa tahun di Jambi ini. Semoga Allah mudahkan selalu setiap langkah dan niat baik. Semoga Allah ringankan hati yang terasa berat dan sesak. Semoga Allah limpahkan segala keberkahan, keselamatan, kebahagiaan dan keberuntungan di setiap langkah kita.
Rasanya hidup ini gak perlu lagi diisi dengan mencari validasi diri dari oranglain. Sudah bukan fasenya lagi untuk overthinking, gelisih hanya karena pendapat oranglain. Lebih penting mencari keberkahan dan kebaikan untuk keselamatan kita di akhirat nanti. 🫶
Btw ini foto kegiatan hari ini. Kami bertemu anak-anak di panti yang ramah dan hangat. Melihat bagaimana mereka pandai sekali bersyukur dalam segala cobaan yang datang. Kita seharusnya malu, sebab kita mungkin masih lebih banyak mengeluh dibanding mereka.


Komentar
Posting Komentar